Alhamdulillah dah lama ga pernah posting lagi,kangen deh sama tulisan-tulisan yang dulu ..hmhm
Walaupun aku tidak tampan , tapi wajahku menenangkan kata mereka..
Walaupun aku tidak kaya , tapi bersamaku mereka bahagia ..
Walaupun aku tidak wangi , tapi aromaku adalah ciri tuk mereka kenali ..
Walaupun aku tidak romantis , tapi senyumanku bagi mereka manis ..
Walaupun aku cuek terlalu sibuk dengan aktifitas , tapi aku setia ..
Walaupun hidupku sederhana , tapi aku istimewa ..
Walaupun aku tidak sempurna , tapi aku selalu berusaha ..
Walaupun dia lemah , aku akan menguatkan dia ..
Walaupun dia manja , aku mendewasakan dia ..
Aku bukanlah segalanya .. tapi setelah tuhan dan kluarga : Akulah yang utama .."
CINTA : semuanya mengenai bagaimana anda memberi ruang di hati yg lapang , untuk menerima segala kekurangan pasangan anda .. ada beberapa hal yang bisa kita ubah agar dia lebih baik ... sementara menunggu saat itu tiba , sayangilah sekuat yang anda bisa ..
BUKAN karena dia tampan .. BUKAN karena dia kaya , BUKAN karena dia wangi , BUKAN karena ia romantis , BUKAN karena .. --TAPI-- ... wa-lau-pun .. ..
Andai saja dia tau ...
Tidak terasa aku sudah berusia 21 tahun. Rasanya baru kemarin aku duduk di sekolah dasar untuk pertama kalinya, tapi itu sudah terjadi 14 tahun yang lalu. Dan kenyataannya, hari ini aku sudah kuliah di semester IV.
Banyak sekali cerita perjalanan hidup ini selama 21 tahun yang terlewatkan begitu saja tanpa sedikitpun catatan atau rekaman mengenai apa yang telah terjadi sekalipun itu adalah peristiwa yang bersejarah untuk hidupku. Ah, tidak ada gunanya menyesali apa yang telah terjadi.
Di Usia yang ke-21 tahun ini, aku ingin menjadi Abdul Rosyid yang lebih baik dari sebelumnya. Aku ingin lebih dekat dengan Allah, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku ingin jadi lebih berpretasi dan lebih baik dalam menyelesaikan sesuatu dari sebelumnya. Aku ingin lebih bisa memaknai hidup ini dan lebih berarti dalam hidup. Aku ingin mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan burukku, seperti keegoisanku. Aku ingin lebih bermanfaat bagi orang lain, terlebih untuk kedua orang tua dan keluargaku, aku ingin lebih mandiri dari sebelumnya. Aku ingin menjadi Abdul yang baru.
Tidak mudah memang mengubah apa yang telah ada di dalam hidup ini selama 21 tahun. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, aku tahu itu. Tapi, tak ada salahnya berusaha untuk sesuatu yang lebih baik meskipun memakan waktu yang tidak sebentar. Aku tahu, segala sesuatu dalam diriku ini tidak akan berubah sampai aku sendiri yang merubah semua itu. Aku adalah sutradara untuk hidupku sendiri.
Satu lagi, keinginanku saat ini, karena sudah 21 tahun, aku ingin segera bertemu seseorang yang nantinya menjadi belahan hati dan jiwaku, seseorang yang menjadi teman hidupku dan selalu ada di saat aku senang dan susah. Seseorang yang akan bersamaku mengarungi samudera kehidupan. Mungkin orang itu sekarang berada di sekitarku dan aku tahu apa yang ku mau. Tapi biarlah Sang Maha Kuasa memainkan perannya dalam mendekatkannku dan dengan Sang Pujaan Hati, semoga saja seseorang yang saat ini berada dalam mimpiku benar-benar menjadi The Special One dalam hidupku (hehehehe… Sorry bgt klo agak gimana gitu..hehehe.. Just my dream, hehehe).
Satu hal yang bisa aku lakukan sekarang adalah bersyukur atas hidupku ini, bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan, bersyukur atas semua anugerah terindah yang telah kumiliki selama ini. Lalu, berusaha untuk jadi lebih baik dari sebelumnya, menjadi manusia bercahaya yang memiliki nilai tambah positif dari orang lain.
Ya, semua itulah yang ingin aku usahakan dan aku dapatkan sekarang. Aku sangat berharap Allah dapat menjadi penolong bagiku untuk mewujudkan semua mimpi dan cita-citaku. Insya Allah, Allah akan menolongku karena Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi manisku menjadi kenyataan. Dan sekali lagi, agar all my dreams come true, aku berharap Allah dapat menjadi smart solutions untuk hidupku ini. Selain itu, aku sangat membutuhkan support dari keluargaku, sahabat-sahabatku, dan tentu saja dari The Special One, Sang Bidadari Impianku (hehehe, afwan, maaf).
Ya, aku harus terus menjaga semangatku untuk mewujudkan apa yang aku inginkan. Seperti yang diucapkan Arai, dalam buku Sang Pemimpi, ”Tanpa semangat dan mimpi, orang-orang seperti kita akan mati”, kalimat ini menjadi semacam motivasi bagiku untuk berusaha lebih baik lagi dalam setiap langkah kehidupan ini. Semoga semua mimpi-mimpi yang ada dalam diri ini dapat menjadi kenyataan. Amien….
11 -02-2010
Jenuh...Ya seperti itulah apa yang aku rasakan selama ini, banyaknya aktifitas yang membuat aku jenuh dan tidak bisa membagi waktu,memenej waktu dan mendisiplinkan waktu,sampai-sampai aku pernah jatuh sakit karna tidak bisa mengontrol itu.serasa hidup ini dikejar-kejar oleh waktu..haduh..
Aku bingung pada diriku sendiri,yang tidak mengetahui apa penyebab yang membuat diriku ini lemah tidak bersemangat..ya allah apa yang sedang terjadi dengan diriku ini ...
Malam berlalu begitu panjang, mata sulit untuk dipejamkan, ingin beraktifitas tapi badan terasa lemah tak berdaya, ingin membaca buku materi bahasannya tidak sesuai dengan minat, nonton televisi membosankan, fikiran entah kemana dan telingapun terasa bising mendengar sesuatu yang tidak jelas.Resah tidak bertempat. Seakan ada sesuatu yang saya rasakan tidak kena.Ahh.. Ini hanya mainan hati barangkali..
aku yakin semua orang pasti pernah merasa gundah,gelisah dan resah meski intensitas dan frekuensi kegundahan tersebut berbeda antara satu orang dengan orang lainnya...
Disuatu hari (entah hari apa,aku lupa) aku membaca draft yang ada di HP ku.begini tulisanya "akhi.jika kamu merasa gundah,gelisah dan resah,sadarilah ada 1 ruang kosong didalam hatimu,yaitu tidak ada Allah didalamnya..."sontak badan ini menjadi gemetar,rasanya itu pengen nangis..Ya Allah memang betul ternyata hatiku ini gundah karna tidak ada Allah didalamnya walaupun hanya setitik ruang kosong yang lalai di dalam hati ini..
akhirnya aku sadar,Engkau memberi kesejukan dan kedamaian hati yang telah memberikan setetes embun kesejukan dan kedamaian dalam qalbu ini. Dan engkau benar-benar telah hadir di haribaan-ku. Aku yang telah menemukan kedamaian hati ini. dan semangatku bangkit lagi ,ya Allah maafkan aku yang telah lalai dalam mengisi hari-hariMu yang indah ini .....
Tangerang, 5 Februari 2010

Ini adalah kisah nyata, yang tidak dibuat dengan mengada-ngada, ini merupakan curahan hati seorang bidadari karna hatinya telah tergores dan menjadi luka yang membuat sang bidadari ini gelisah dan sedih ( pantesan akhir-akhir nie hujan terus ternyata ada bidadri yg lagi sedih.![]()
Ini kisah temanku,dia sederhana,cantik,pintar,cerdas,periang,tegar,baik,bersahabat,pengertian,solehah dan berbakti kpada kedua orang tua… wah pokoknya dia adalah wanita yang sempurna, makanya saya kasih judul curhatan hati sang bidadari karna dia begitu sempurna, seperti bidadari…subhanallah
Dan Mungkin, pesona kecantikan wajahnya
yang anggun dan bercahaya serta senyumnya yang memukau, ibarat dewi khayangan turun ke bumi meniti pelangi, dapat menjadi alasan yang tepat mengapa saya memanggilnya dengan sebutan yang membuatnya agak indah tersebut..
Andai saja dia milik….
(husss !!
jangan mimpi dul,,ngaca dunk ente nie siapa,dan dia tuh siapa,..dia tuh sempurna sedangkan ente?? hehe..…hanya bisa tersenyum sambil memandang jernihnya kaca..halah lebay ah...![]()
ups..emangnya ga boleh mimpi ya???![]()
boleh,,bermimpilah karna orang seperti kita itu hanya bisa hidup dengan memperjuangkan mimpi..itulah yg membuat saya kuat seperti skarang ini…loh..loh...ko jadi ceritain si abdul....ihhh ga penting banget tau....![]()
beck to topic,,siapa sih yang ga kenal bidadari, sampai Nabi Muhammad SAW pun mengagung2kan kecantikan bidadari,.subhanallah…alangkah indahnya hidup ini jika saya dapat memiliki bidadari yg dapat mengingtkan saya jika saya khilaf yang dapat menuntun saya jika lupa,,subhanallah bahagia sudah hidup ini,smoga aja saya memilikinya..amin..( ko jadi abdul yang curhat ci ?? kan jadi sedih..:
tetep semangat dul cayoooo....![]()
Aku tahu
Rezekiku tak mungkin diambil orang lain
Karena hatiku tenang.
Aku tahu
Allah telah menetapkan jodohku
Karenanya aku tak perlu takut kehilangan.
Aku tahu
Allah selalu melihatku
Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku dalam kemaksyiatan.
Aku tahu
Kematian menantiku
Karenanya kan kusiapkan bekalku tuk berjumpa dengan Rabb-ku.
(Imam Hasan Al-Basri)
Nah sekarang kita masuk ke intinya,,Inilah curhatan hati sang bidadari harap disimak dan direnungi ….(nie orang kyayknye bener-bener lebay deh....hmhhm),nie saya kutip dari curhatan temen saya
“Kenapa c harus ada rasa cemburu ?? kalo itu Cuma mnyakit
Ga kuat ngeliat itu semua, sungguh sakid hati ini untuk nerima itu….
Ternyata terasa nyakitin bgd krn ga bs berbuat apa2, aq sadar bgt siapa aq disini….!
Tp apa aq hrs menahan terus menerus?? huft maafn aq, sebener'y aq ga berhak bicara sprt ini...!!!
aq hrs ngelepasin beban fikiran ini,ya mungkn cara aq bgelepasin beban ni dgn bicara sprti ini... :'( :-( “
Subhanallah luar biasa bukan
,setiap bait kata-katanya mengdung makna yang sangat mendalam,di setip baris demi barisnya mengandung arti sangat luar biasa,.sungguh sangat menyesal dunia akhirat orang yang telah membuat sang bidadari ini menjadi sedih
…To be countinue!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Bersambung dulu ya..soalnya buat artikel ini sambil kerja,jadi agak dikejar-kejar waktu …![]()

Pernahkah kita menatap orang terdekat ketika sedang tidur......???. Kalau belum, cobalah sekali saja menatap
mereka ketika sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah Ayah kita saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badanyang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Beliaulah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. beliaulah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang hadirkan sesosok laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk diri anda , yang bekerja kerasnya siang dan malam hanya agar anda bisa bersekolah seperti teman-teman anda yang lain, yang tidurnya tidak nyenyak setiap malam karena memikirkan sepatu anda yang sudah sempit dan rusak , memikirkan pakaian anda yang sudah tidak layak pakai lagi, yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak ingin anaknya di berikan makanan yang haram.
Hadirkan sesosok ayah anda yang selama ini mungkin jarang anda dapat membantunya ,meringankan pekerjaanya, yang selama ini mungkin anda sering menuntut banyak diluar kemampuanya...
Hadirkanlah sesosok seseorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan anda pakaian ketika lebaran, seorang wanita yang tidak tidur semalam karena menunggui anda ketika anda kecil, seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikitpun dari segala kelelahan dan pengorbananya.
Hadirkan sesosok ibu kita yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan , hadirkan sesosok ibu kita yang mungkin selama ini kita lupakan, hadirkan sesosok ibu yang selama ini menginginkan kebahagian untuk anda dalam desahan doa-doa malamnya , dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihanya memikirkan kebahagian untuk diri anda, tapi apakah yang anda lakukan selama ini buat ibu anda???
Sekarang, palingkan wajah…...Lihatlah ibu kita. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Beliau-lah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Beliau juga yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang,dan sayangnya itu sering kita
salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu...Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan, namun pasti…..disaat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang seketika akan mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita.
Pengorbanan yang terkadang ditutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar.
Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan...Dan ekspresi wajah ketika tidur-pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara…………seolah mereka berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan akan membuncah seketika jika mengingat itu semua.
Selanjutnya, bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu"………. tidak lagi membuka mata untuk selamanya ...
Kemudian, ada satu pertanyaan yang patut direnungkan bersama..”apakah kita sudah membalas semua pengorbanan mereka, walaupun hanya sekedar membuat mereka
tersenyum bahagia?”….
Ayah, maafkan aku........
Gurat keriput di wajahmu, tanda juangmu
Mengumpulkan rupiah demi rupiah
Untuk nasi yang kumakan setiap hari
Ayah, maafkan aku........
Tubuh rentamu, tanda tenaga yang terkuras
Mengumpulkan harap demi harap
Agar aku anakmu bisa hidup layak
Ayah, maafkan aku.......
Aku lebih sering lupa daripada ingat untuk menyapamu
Aku lebih sering merasa lebih hebat darimu
Aku lebih sering melukaimu daripada menyenangkanmu
Ayah, maafkan aku.......
Kalau aku merasa tidak bisa mengerti jalan pikirmu
Kalau aku merasa engkau terlalu berhati-hati
Kalau aku merasa engkau terlalu tua untuk didengarkan
Ayah, maafkan aku.......
Apapun itu, akulah yang sombong
Akulah yang tidak tahu terima kasih
Akulah yang tidak peduli
Ayah, maafkan aku.......
Aku mencintaimu dengan cara yang aneh
Aku menghormatimu dengan cara yang tidak biasa
Aku mengagumimu tanpa kata-kata
Ya Allah begitu besar pengabdian mereka kepada anaknya,
Ya Allah hanya untaian doa yang bisa aku berikan kepada mereka berdua,
Ya Allah Terimalah Doa HambaMu ini.."
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ” Amin.......
Sunnguh Bergetar hatiku,bergetar jiwaku,mengalir air mataku.......
Sembilan bulan ibu mengandung ku, meski lelah dan sakit yang kadang mendera karena aktifitas ku di dalam rahim, tapi ibu selalu menjaga ku dengan perasaan senang dan sabar. Semakin bertambah usiaku dalam kandungan, semakin berat pula beban ibu. Karena ibu ku harus tetap menjalankan kewajibanya sebagai seorang istri. Ibu harus menyiapkan makan dari mulai sarapan, makan siang hingga untuk makan malam. Tanpa mengeluh sedikitpun, ibu menjalani semuanya dengan senyum.
Tibalah waktunya aku terlahir kedunia fana. Dengan perjuangan yang mempertaruhkan nyawa.
Ibu oh ibu…..
Sungguh mulia engkau, sungguh besar pengorbanan mu untuk menjadikan aku seorang insan yang berguna. Dalam hening malam saat semua terlelap dalam selimut mimpi, engkau rela terbangun hanya untuk memberi aku ASI, meski kelopak mata terasa berat bagai tertimbun berton-ton pasir, meski badan terasa remuk karena harus terus terjaga saat tertidur hanya untuk menggantikan popok ku yang sudah basah. Hal seperti ini bukan hanya dalam waktu satu atau dua hari saja, tapi terus berlanjut hingga usia ku dalam hitungan tahun.
Ibu.......
Engkau adalah pahlawan sepanjng masa. Darah dagingku adalah dari ASI yang engkau berikan, jiwa ragaku adalah dari kasih dan sayang yang engkau curahkan. Maafkan aku bila hingga kini aku belum bisa mewujudkan impian mu. Maafkan aku bila hingga usiaku saat ini aku belum bisa memberi yang terbaik untuk mu.
Sujud dan tangis serta air mata yang berderai saat memohon do’a dan maaf dari mu tak kan sanggup membayar semua pengorbanan yang telah engkau lakukan untuk ku.
Ibu........
Usia ku kini tlah beranjak dewasa,,, semasa aku kecil mungkin hingga saat ini masih sering membuat hati mu jengkel. Dulu aku selalu berdo’a agar sebisa mungkin aku memperkcil dosaku kepada ibu.
Ibu..........
mungkin aku belum bisa menjadi apa yang kau inginkan. Tapi berkat do’a dari mu yang siang malam engkau panjatkan aku akan menjadi apa yang kau inginkan.
Do’a dari mu adalah lentera dalam hidup ku.
Ibu, jika aku menjadi orang yang menyebalkan selama ini
Maafkan Aku, Ibu.
Jika aku belum bisa berbakti penuh kepadamu.
Maafkan Aku, Ibu.
Sungguh aku malu.
Aku telah berbuat banyak kesalahan kepadamu.
Padahal aku sudah mengerti kalau Tiket ke Surga ada padamu.
Maafkan Aku, Ibu.
Dan kesalahan terbesarku adalah menanyakan kepadamu sebuah pertanyaan yang bodoh
"Ibu, apakah kau mendoakan setiap langkahku?"
Padahal aku tahu ketika aku sakit, engkau lebih sakit.
Padahal aku tahu ketika aku gagal, engkau lebih sedih dan terus menyemangatiku.
Dan aku tahu bahwa hanya untuk kebaikan anakmulah segala perbuatanmu.
Aku malu, Ibu. Aku malu kepadamu karena tidak bisa membalas jasamu.
Maafkan aku. Ibu.
Ibu, maafkan aku
yang suka membantah perkataanmu
yang tidak mendengarkan nasehatmu
yang tidak mengerti keadaanmu
Ibu, maafkan aku
telah kusadari walau aku sering mengecewakanmu namun kasihmu selalu tercurah kepadaku
tak peduli kesalahan apa yang kulakukan kepadamu
Ibu.......
engkaulah cahaya dihatiku
engkaulah malaikat penerang jalan hidupku
walau kasihmu tak mungkin terbalas seumur hidupku
Ibu.......
Setiap nafasmu adalah cinta kepadaku
Setiap marahmu adalah sayangmu
Setiap pengorbananmu adalah untukku
Tapi... Maafkan aku Ibu...
Telah membuat engkau marah..
Telah membuat engkau menangis
Telah menyakiti hatimu yang
Telah membuat engkau susah hati
Maafkan aku ibu..
Tak bisa membalas semua kebaikanmu
Tak bisa membalas semua yang kau berikan
Mungkin hanya doa yang bisa kami panjatkan
Semoga ALLAH membalas semua pengorbananmu dengan surgaNYA
Terima kasih Ibu… Semoga cinta dan kasih sayangmu dan pengorbanan yang telah engkau lakukan akan menjadi jalan mudah menuju surganya Allah.. Amiin
Terima kasih ya ALLAH telah menciptakan seorang wanita sempurna untuk kami...




