Jejak...

on Minggu, 19 Juli 2009

Banyak orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datangdan pergi silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu danmeninggalkan jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yangmembuat diri kita berubah.
Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petanglelaki tua ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulutlentera dan memanggul sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desamenuju ke tiang lentera dan menyandarkan tangganya pada tianglentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak kaca lentera itu hinggamenyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi dan berjalanmenuju tiang lentera berikutnya. Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauhlelaki tua itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hinggaakhirnya menghilang ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagisiapapun yang melihatnya akan selalu tahu kemana arah perginya paktua itu dari lentera-lentera yang dinyalakannya.
Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupasehingga pantas mendapatkan ucapan: “Saya selalu tahu kemana arahperginya dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. ”
Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lenteraberikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuanyang jelas dan besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejakyang ingin diikuti oleh putera puteri kita dan dalam prosesnya akanmembuat orang tua kita bangga akan jejak yang pernah merekatinggalkan bagi kita.
Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan andayang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yangmengikutinya.

0 komentar: