Pengambilan Keputusan dalam Manajemen

on Rabu, 19 November 2008

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A.Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan.Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif.Sebelum pilihan dijatuhkan,Pengambilan keputusan merupakan hal pokok bagi seorang manajer.Pengambilan keputusan pada kenyataannya merupakan suatu aktivits yang mendukung semua fungsi manajemen.Fungsi tersebut secara jelas memerlukan keputusan untuk melaksanakan sebuah rencana dan menngunakan tujuan.
Dalam sebuah organisasi, manajer pada seluruh jenjang senantiasa membuat keputusan. Pengaruh dari keputusan tersebut akan menjangkau masalah dari yang paling “sepele” sampai pada masalah yang vital bagi kelangsungan hidup organisasi, atau dengan kata lain, semua keputusan memiliki pengaruh baik besar atau kecil pada kinerja organisasi tersebut.“Pengambilan keputusan” melukiskan proses pemilihan suatu arah tindakan sebagai cara untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Huber membedakan pengambilan keputusan dari “penentuan pilihan” dan “pemecahan masalah”. Menurutnya, penentuan pilihan mengacu pada rangkaian aktivitas sempit yang terlibat dalam penentuan satu pilihan dari serangkaian alternatif. Karenanya penentuan pilihan merupakan bagian dari pengambilan keputusan. Pemecahan masalah mengacu pada rangkaian aktivitas luas yang terlibat dalam penemuan dan implementasi suatu cara bertindak untuk memperbaiki suatu keadaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Mengambil keputusan bukan perkara yang mudah. namun bukan pula pekerjaan yang sulit, orang yang butuh waktu untuk sampai pada suatukeputusan, memiliki kematangan dan keyakinan lebih daripada yang membuat penilaian sesaat.emosi memang perlu dipertimbangkan ketika membuat keputusan besar.untuk membuat keputusan yang kecil saja harus mempertimbangkan untung ruginya.namun dalam masalah-masalah sangat penting, seperti memilih jodoh dan profesi, keputusan harus muncul dari diri sendiri. untuk mengambil keputusan penting, pedomannya adalah kebutuhan mendasar kita yang terdalam. Kualitas keputusan manajer adalah merupakan ukuran efektivitas mereka dan nilai mereka bagi organisasi. Suka atau tidak, manajer dinilai atau dihargai atas dasar pentingnya, jumlahnya, dan hasil-hasil keputusan mereka. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan.
Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli,diantaranya adalah :
1. G. R. Terry :
Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2. Claude S. Goerge, Jr :
Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3. Horold dan Cyril O'Donnell :
Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternative mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4. P. Siagian :
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah,pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

B.Jenis Keputusan Manajerial
Manajer sebagai pembuat keputusan adalah seorang pemecah masalah, yaitu dengan memilih salah satu dari alternatif-alternatif yang tersedia, atau menemukan alternatif lain yang berbeda secara berarti dengan alternatif sebelumnya. Dalam manajemen keputusan dikategorikan dalam dua jenis yaitu;
a.keputusan terprogram (programmed decisions)
Keputusan terprogram adalah merupakan “keputusan yang diambil berdasarkan kebiasaan, peraturan, atau prosedur tertentu. Setiap organisasi mempunyai kebijakan tertulis atau tidak tertulis yang mempermudah pengambilan keputusan dalam situasi yang berulang-ulang dengan membatasi atau meniadakan alternatif.Masalah rutin tidaklah selalu sederhana.
Keputusan terprogram digunakan untuk mengatasi masalah yang rumit maupun yang sepele. Bila suatu masalah terjadi lagi dan jika unsur komponennya dapat ditentukan, diramalkan atau dianalisis, maka masalah tersebut dapat dipecahkan dengan pengambilan keputusan terprogram.Sampai tingkat tertentu, keputusan terprogram itu membatasi kebebasan kita, karena organisasi dan bukan individu yang memutuskan apa yang harus dilakukan. Akan tetapi, keputusan jenis ini dimaksudkan untuk membebaskan. Kebijakan, peraturan, atau prosedur yang digunakan untuk mengambil keputusan, akan membebaskan kita dari waktu yang diperlukan untuk memecahkan setiap masalah, dengan demikian memungkinkan kita mencurahkan perhatian pada kegiatan lain yang lebih penting.
b. keputusan tak terprogram (nonprogrammed decisions).
keputusan tidak terprogram adalah keputusan untuk memecahkan masalah yang luar biasa atau masalah istimewa. Jika suatu masalah jarang sekali muncul sehingga tidak tercakup oleh suatu kebijakan atau sedemikian penting sehingga memerlukan perlakuan khusus, maka masalah tersebut harus ditangani dengan suatu keputusan tidak terprogram. Kalau seseorang berada pada posisi yang lebih tinggi dalam heirarkhi organisasi, kemampuan untuk mengambil keputusan tidak terprogram menjadi lebih penting karena secara progresif lebih banyak keputusan tidak terprogram yang diambil. Karena alasan tersebut, kebanyakan program pengembangan manajemen berusaha meningkatkan kemampuan manajer untuk mengambil keputusan tidak terprogram, biasanya dengan mengajar mereka menganalisis masalah secara sistematik dan membuat keputusan yang nalar.

C.Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan harus dianggap sebagi “sarana” bukan hasil. Keputusan adalah merupakan “mekanisme organisasional” dengan bentuk usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan kata lain, merupakan respon organisasional terhadap suatu masalah. Setiap keputusan merupakan hasil dari proses dinamik yang dipengaruhi oleh berbagai kekuatan. Rantai proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
a) Menetapkan sasaran dan tujuan serta mengukur hasil.Penetapan sasaran dan tujuan yang rasional akan mengarahkan hasil yang akan dicapai dan alat ukur untuk menilai tercapaitidaknya hasil tersebut.
b) Identifikasi masalahSituasi yang dibutuhkan oleh suatu keputusan adalah masalah. Jika tidak ada masalah, berarti tidak akan pernah ada suatu keputusan. Identifikasi terhadap masalah secara tepat bersifat mutlak, dan harus mencermati faktor-faktor yang merupakan kendala yang meliputi : masalah persepsi, masalah diidentifikasikan sebagai solusi, identifikasi gejala sebagai masalah.Pengambila keputusan manajemen biasanya dilakukan dengan mengidentifikasi masalah harus hati-hati tinggalkan semua gejala sampai menjumpai masalah pokok atau utama setelah itu menyusun alternative yang bermanfaat.
c) Mengembangkan alternatifSebelum suatu keputusan dibuat, alternatif yang masuk akal (solusi potensial untuk masalah tersebut) mesti ditelaah serta akibat dari masing-masing alternatif juga mesti dikaji. Mengembangkan alternatif adalah merupakan suatu proses pencarian untuk meneliti lingkungan internal dan eksternal organisasi guna memperoleh informasi sehingga dapat dikembangkan menjadi alternatif yang memungkinkan. Kendalanya adalah faktor waktu dan biaya.Dalam pengambilan keputusan dengan baik harus mempunyai beberapa alternative untuk dipilih,jika tidak ada pilihan,berarti tidak mempunyai keputusan apapun untuk di ambil.Dalam menyusun alternative perlu adanya kreatifitas dan diskusi untuk memecahkan sebuah masalah dalam pengambilan keputusan.
d) Mengevaluasi alternatifSekali alternatif telah dilaksanakan, secara temporal haruslah diikuti dengan evaluasi dan perbandingan. Hubungan antara “alternatif dengan hasil” didasarkan atas tiga kondisi yaitu : kepastian, ketidak pastian dan resiko.
e) Memilih alternatifDiperlukan kecermatan berpikir dan bertindak dalam pemilihan alternatif, apalagi pada tingkat keputusan manajerial. Solusi yang optimal sangat muskil untuk diperoleh karena pengambil keputusan tidak mungkin mengetahui semua alternatif yang ada, akibat dari setiap alternatif dan probabilitasnya.
f) Mengimplementasi keputusanSuatu keputusan yang tidak diimplementasikan tidak lebih dari sebuah abstraksi belaka. Dengan kata lain, suatu keputusan mesti secara efektif diimplementasikan agar mencapai tujuan yang dikehendaki. g) Mengendalikan dan mengevaluasiManajemen yang efektif melibatkan pengukuran periodik terhadap hasil. Hasil aktual dibandingkan dengan rencana dan perubahan harus dibuat jika terjadi deviasi. Hal ini menunjukan pentingnya pengukuran hasil, atau dengan kata lain tanpa adanya pengukuran berarti tidak ada penilaian terhadap prestasi kerja.
Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah.Suatu masalah muncul kalau keadaan sebenarnya berbeda dari keadaan yang diinginkan.Dalam banyak hal,suatu masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi.Masalah yang di keluhkan pelanggan mengenai lambatnya penyerahan barang pesanan,misalnya dapat juga dilihat sebagai sutau kesempatan untuk mendesain ulang proses produksi dan pelayanan kepada pelanngan.Karena manajer menghadapi banyak masalah dan kesempatan,
William Pounds mengatakan bahwa proses menemukan masalah sering kali informal dan intuatif,Empat macam situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah,Empat macam tersebut yaitu;
1. Devisi dari masa lalu,berarti pola prestasi sebelumnya dalam organisasi terlampaui.Penjualan tahun ini jatuh dibawah tahun lalu; biaya tiba-tiba naik;jumlah karyawan yang keluar naik .peristiwa seperti ini memberikan sinyal kepada manajer bahwa ada masalah yang telah berkembang.
2. Devisi dari rencana yang ditetapkan,berarti proyeksi atau harapan manajer tidak terpenuhi .Tinkat laba lebih rendah dari pada yang diantisipasi ,anggaran dari sebuah departemen kurang,sebuah proyek tidak sesuai dengan jadwal.Peristiwa seperti itu memberi tahu manajer bahwa ada yang harus di lakukan untuk mengembalikan rencana kejalur semula.
3. Orang lain sering kali memberi tahu masalah kepada manajer.Pelanggan mengeluh mengenai keterlambatan penyerahan barang ,manajer dari tingkat yang lebih tinggi menentukan standar prestasi yang baru untuk departemen manajer bersangkutan,karyawan mengundurkan diri.Banyak keputusan sehari-hari dibuat oleh manajer menyangkut masalah yang disebabkan oleh orang lain.
4. Prestasi pesaing dapat juga menciptakan situasi pemecahan masalah.Kalau perusahaan lain mengembangkan proses baru atau ada perbaikan dalam prosedur pengoperasian ,manajer mungkin harus mengevaluasi ulang proses atau prosedur dalam organisasi.
Seorang manajer,tentu saja tidak membuat keputusan terpisah,kalau dia sedang membuat keputusan ,keputusan yang lain dibuat oleh orang lain baik didalam maupun diluar organisasi,dibisnis lain,kantor pemerintah ,dan organisai lain .Ketika manajer memproyeksi konsekuensinya yang mungkin terjadi dari keputusan mereka sendiri ,mereka harus waspada bahwa keputusan orang lain mungkin bertentangan atau berinteraksi dengan keputusan mereka.Pembuatan keputusan ,secara singkat,adalah proses yang dilakukan manajer dalam hubungan dengan pembuat keputusan yang lain.
Secara tradisional,tanggung jawab akhir untuk membuat keputusan terletak di tangan manajer.Tetapi pendekatan ini tidak selalu memadai ,bahkan keputusan manaerial yang telah diperkirakan masak-masak bisa gagal bila manajer tidak mampu menyakinkan orang lain untuk melaksanakanya secara sukarela .Kadang-kadang orang lain mempunyai alas an yang tepat untuk menolak keputusan tadi ,mungkin mereka menyadari ada alternative atau factor releva yang belum di pertimbangkan dalam analisis semula ,Sebaliknya karyawan mungkin menerapkan suatu keputusan secara royal sekalipun mereka tidak menyetujuinya dengan hasil yang jelek ,jadi,semakin sering karyawan dilibatkan dalam proses pembuatan keputusan .Dalam pembuatan keputusan seorang manajer sangatlah penting.
Setelah manajer mengambil semua langkah yang mungkin untuk menghadapi konsukuensi potensial yang tidak di kehendaki ,implementasi sebenarynya dapat dimulai,Khirnya suatu keputusan (atau suatu penyelesaian)tidak lebih baik dari tindakan yang diambil untuk mewujudkannya.Kesalahan yang biasa dilakukan oleh manajer adalah menganggap bahwa setelah keputusan diambil ,tindakan yang bersangkut paut dengan keputusan tadi secara otomatis akan dilaksanakan .Bahkan bila sebuah keputusan cukup baik bila orang lain tidak mau,atau tidak dapat melaksanakanya ,maka keputusan tadi tidak akan efektif.
Resiko potensial dan ketidakpastian yang telah diidentifikasikan dalam tahap evaluasi alternative didepan harus juga tetap diperhatikan ,Ada kecendrungan manusiawi untuk melupakan resiko yang mungkin timbul dan ketidakpastian dalam suatu keputusan yang dibuat.Manajer melawan kegagalan ini dengan secara sadar meluangkan waktu khusus untuk meninjau ulang keputusan mereka pada waktu itu dan mengembangkan rincian untuk menghadapi semua resiko dan ketidakpastian.

D. Tips Singkat Dalam Pengambilan Keputusan
Membuat keputusan atas sesuatu hal akan mengakibatkan sesuatu, baik ataupun buruk dalam kehidupan. Untuk membuat keputusan terbaik, adalah sangat penting untuk dimengerti bagaimana kita melakukan proses pembuatan keputusan. Untuk setiap keputusan yang kita buat, terdapat beberapa elemen yang tidak kita kenali, bahkan tidak bisa kita control. Baik sadar atau tidak disadari,kita telah mengevaluasi elemen yang tidak dikenali ini dan potensi setiap alternative solusi ketika kita akan mengambil keputusan. Bagaimanapun, akibat dan resiko yang ditimbulkan tidaklah mutlak karena hanya merupakan perkiraan dan diwarnai oleh persepsi kita. Oleh karena itu, justru persepsi kitalah yang lebih kuat mempengaruhi kecenderungan akan resiko yang dapat menimpa kita.
Secara alami, beberapa orang lebih toleransi terhadap resiko daripada yang lainnya. Sebagian besar orang sudah tahu, keputusan apa yang biasanya banyak menimbulkan resiko, seperti orang yang berjudi. Seorang penjudi memiliki toleransi resiko yang cukup besar, seperti layaknya investasi di pasar besar, dan dapat menimbulkan akibat yang dapat membahayakan dirinya.
Bahkan sebelum beberapa orang berpartisipasi dengan aktivitas yang beresiko, mereka memang telah membuat keputusan untuk melakukannya. Semua keputusan dapat menimbulkan resiko masing-masing, tergantung besar keputusan yang dibuat. Ketika kita telah memilih untuk memiliki resiko, kita mungkin harus mempertimbangkan dan membuat pilihan keputusan yang lebih beresiko. Seseorang yang membutuhkan lebih banyak kestabilan dan control dirinya, akan memilih jauh dari pilihan keputusan yang mengandung resiko.
Ketika seseorang memilih jalan hidup yang akan dirinya tempuh, maka dia harus siap dengan hal hal yang timbul dari jalan yang telah dipilihnya. Hidup memang sebuah pilihan, maka jangan lah mengambil sebuah pilihan yang akan kita sesali. Jika sudah terlanjur terjerumus, maka hadapilah, jangan ragu dengan begitu kamu dapat memperbaiki nya.
Terkadang hidup tak selalu berjalan sesuai dengan keinginan, dan terkadang juga hal itu membuat kita takut untuk memilih, tapi hidup akan terus berjalan walaupun tanpa pilihan kita. Jika kita tidak memilih jalan yang akan kita tempuh, maka sikap itu lah pilihan kita. Tapi itu bukanlah pilihan yang terbaik karena diam tidak selalu emas. Diam, takut mengambil resiko ? Jika itu adalah jalan yang kita pilih, maka itu adalah jalan terburuk yang tlah di pilih. Berpikiran picik seperti itu akan membuat kita terbunuh secara perlahan. Ya dunialah yang akan membunuh kita, karena kita tidak akan mampu bertahan jika hanya bisa diam, apa lagi jika di tambah sikap yang slalu menggantungkan diri pada orang lain.
Tak ada dahan yang akan kuat menahan beban terus menerus. Begitu juga dengan kura² yang selalu berada dalam tempurung, dia tidak akan dapat bertahan dari kekejaman dunia. No Risk No Gain, Siap menghadapi resioko atas apa yang kita lakukan, dengan itu kita akan mendapatkan hasil nya, baik buruk nya. Tetap saja itu lebih baik dari pada diam.
Ada beberapa tips singkat dalam pengambilan keputusan yaitu sebagai berikut;
1. Jangan takut mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan. Akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan kepada kita.
2. Jangan mengambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang matang. Dengan demikian kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil.
3. Untuk menghasilkan keputusan yang cepat, Anda tidak perlu menunda-nunda waktu karena keputusan tidak bisa hanya melalui proses satu malam saja. Awasi setiap perkembangan yang mungkin akan mengubah keputusan Anda sewaktu-waktu.
4. Gunakan analisa yang tajam dalam mengolah data yang sudah susah payah Anda kumpulkan. Ambil keputusan yang paling bijaksana dan memiliki risiko paling kecil. Anda juga masih perlu mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut satu demi satu.
5. Pastikan Anda mengetahui batas terakhir (deadline), kapan keputusan itu harus ditetapkan. Setelah itu tentukan deadline untuk diri sendiri, kapan keputusan tersebut sudah harus Anda buat. Catat tanggal yang Anda tentukan sebagai batas deadline....arasyid46@yahoo.com

0 komentar: