Ibuku yang Hebat...

on Kamis, 10 Desember 2009

Ibuku kecil bukanlah seorang yang terlahir dari keluarga kaya dan berdarah biru, ibuku hanyalah seorang manusia biasa yang terlahir dari keluarga petani dari dusun negeri tertinggal.

Ibuku kecil bukanlah seorang yang memiliki nama tambahan di belakang namanya, ibuku tidak memiliki Amd, ST
, Msc, apalagi DR didepan namanya, bahkan ibuku hanya bergelar seorang anak yang hanya mencicipi manisnya bangku sekolah rakyat nan merakyat.

Ibuku kecil bukanlah seorang wanita bernama indah bak indahnya warna pelangi, ibuku tak pernah marah kepada matahari yang membakar kulitnya, ibuku tak pernah kasar kepada sawah yang menarik nya untuk berlari.....

Ibuku kecil bu
kanlah seorang anak yang mengenal manja, seorang anak yang merengek minta dibelikan boneka,bahkan sepasang sepatu pun tak pernah terbelikan, bagai mimpi panjang yang tak pernah berujung,

Ibuku remaja tak dilindungi oleh rumah nan megah, ia hanya ditutupi oleh gubug-gubug nan reot, seolah tanah pun enggan menopangnya.

Ibuku remaja bukanlah seorang pemudi berseri-seri, menari-nari diatas kesenangan indahnya masa remaja, ibuku adalah seorang pemudi berhenti berdiri, kembali berlari mengantarkan serantang nasi ke sawah, dan membawa pulang segantang beras sebagai upah.

Ibuku remaja bukanlah pemudi yang ditemani dengan rias-rias wajah nan elok, kulitnya hanya teroleskan keringat, bedak wajah adalah kilauan sengatan matahari menantang, tubuhnya kurus menjulang, garis wajahnya nan jelas bak mendulang.

Ibu menangislah hatiku, jantungku terhujam, ketika kau menangis menggambarkan rinci kehidupan kecil mu nan pilu. Ibu aku bangga denganmu. Biarpun orang menertawakan mu dulu, biarpun orang mengucilkan mu dulu, kini aku memuji mu ibu, aku menyanjung mu ibu, aku dan putra-putri mu yang lain adalah bukti perjuangan mu, bukti kegigihan mu.

Keringatmu adalah dzikirmu.
Tintamu bukanlah emas ataupun perak.
Ilmu adalah tanganmu, kakimu, dan ketegaranmu.
Kaulah bidadari sesungguhnya wahai ibu.
Darah mu adalah darah mulia bagiku.
Gelar mu adalah gelar dimata di Tuhan sebagai manusia yang tegar.
Kecantikanmu adalah ketegaran dan perjuanganmu.

Ibu, Sekarang tataplah dinding-dinding rumah kita, Rumah kita tidaklah megah, tapi kini gubug-gubug itu telah pergi, tanahpun dengan senang menopang rumah kita, sekalipun kini rantau menahan kita, tataplah jajaran foto-foto dirimu dan anak-anakmu, terpampang dengan senyum bangga putera-puteri mu dengan sebuah Toga dan tangan melilit sebuah bukti kelulusan, bukan…ini bukanlah milik kami, ini adalah milik mu Ibu.

Ibu tataplah kembali, hiburlah dirimu, lihatlah dalam sebuah bingkai dirimu tersenyum diatas sebuah unta ditemani oleh Ayahku Juara bagiku didunia ini. Ingatlah kembali setiap lembar perjalanan mu ke tanah nan indah lagi suci..itu adalah impianku,harapanku,dan cita-citaku agar kita bisa pergi ke tanah suci dengan bersama-sama,sungguh bahagia hidup ini rasanya...Ya Allah kabulkanlah semua keinginanku..amin

Biarlah orang-orang menatap wujud perjuanganmu.

Ibu Tersenyumlah, engkau lah PahlawanKu......

Trimakasih Ayah Ibu........

on Selasa, 18 Agustus 2009

Pernahkah kita menatap orang terdekat ketika sedang tidur......???. Kalau belum, cobalah sekali saja menatap
mereka ketika sedang tidur.

Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.

Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah Ayah kita saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badanyang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Beliaulah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. beliaulah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang hadirkan sesosok laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk diri anda , yang bekerja kerasnya siang dan malam hanya agar anda bisa bersekolah seperti teman-teman anda yang lain, yang tidurnya tidak nyenyak setiap malam karena memikirkan sepatu anda yang sudah sempit dan rusak , memikirkan pakaian anda yang sudah tidak layak pakai lagi, yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak ingin anaknya di berikan makanan yang haram.

Hadirkan sesosok ayah anda yang selama ini mungkin jarang anda dapat membantunya ,meringankan pekerjaanya, yang selama ini mungkin anda sering menuntut banyak diluar kemampuanya...


Hadirkanlah sesosok seseorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan anda pakaian ketika lebaran, seorang wanita yang tidak tidur semalam karena menunggui anda ketika anda kecil, seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikitpun dari segala kelelahan dan pengorbananya.

Hadirkan sesosok ibu kita yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan , hadirkan sesosok ibu kita yang mungkin selama ini kita lupakan, hadirkan sesosok ibu yang selama ini menginginkan kebahagian untuk anda dalam desahan doa-doa malamnya , dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihanya memikirkan kebahagian untuk diri anda, tapi apakah yang anda lakukan selama ini buat ibu anda???

Sekarang, palingkan wajah…...Lihatlah ibu kita. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Beliau-lah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Beliau juga yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang,dan sayangnya itu sering kita
salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu...Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan, namun pasti…..disaat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakanlah getaran cinta yang seketika akan mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita.

Pengorbanan yang terkadang ditutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar.

Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan...Dan ekspresi wajah ketika tidur-pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara…………seolah mereka berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan akan membuncah seketika jika mengingat itu semua.

Selanjutnya, bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu"………. tidak lagi membuka mata untuk selamanya ...

Kemudian, ada satu pertanyaan yang patut direnungkan bersama..”apakah kita sudah membalas semua pengorbanan mereka, walaupun hanya sekedar membuat mereka
tersenyum bahagia?”….

Ayah, maafkan aku........
Gurat keriput di wajahmu, tanda juangmu
Mengumpulkan rupiah demi rupiah
Untuk nasi yang kumakan setiap hari

Ayah, maafkan aku........
Tubuh rentamu, tanda tenaga yang terkuras
Mengumpulkan harap demi harap
Agar aku anakmu bisa hidup layak

Ayah, maafkan aku.......
Aku lebih sering lupa daripada ingat untuk menyapamu
Aku lebih sering merasa lebih hebat darimu
Aku lebih sering melukaimu daripada menyenangkanmu

Ayah, maafkan aku.......
Kalau aku merasa tidak bisa mengerti jalan pikirmu
Kalau aku merasa engkau terlalu berhati-hati
Kalau aku merasa engkau terlalu tua untuk didengarkan

Ayah, maafkan aku.......
Apapun itu, akulah yang sombong
Akulah yang tidak tahu terima kasih
Akulah yang tidak peduli

Ayah, maafkan aku.......
Aku mencintaimu dengan cara yang aneh
Aku menghormatimu dengan cara yang tidak biasa
Aku mengagumimu tanpa kata-kata

Ya Allah begitu besar pengabdian mereka kepada anaknya,
Ya Allah hanya untaian doa yang bisa aku berikan kepada mereka berdua,
Ya Allah Terimalah Doa HambaMu ini.."

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ” Amin.......

Sunnguh Bergetar hatiku,bergetar jiwaku,mengalir air mataku.......

Maafkan Aku Ibu.....

Sembilan bulan ibu mengandung ku, meski lelah dan sakit yang kadang mendera karena aktifitas ku di dalam rahim, tapi ibu selalu menjaga ku dengan perasaan senang dan sabar. Semakin bertambah usiaku dalam kandungan, semakin berat pula beban ibu. Karena ibu ku harus tetap menjalankan kewajibanya sebagai seorang istri. Ibu harus menyiapkan makan dari mulai sarapan, makan siang hingga untuk makan malam. Tanpa mengeluh sedikitpun, ibu menjalani semuanya dengan senyum.

Tibalah waktunya aku terlahir kedunia fana. Dengan perjuangan yang mempertaruhkan nyawa.

Ibu oh ibu…..

Sungguh mulia engkau, sungguh besar pengorbanan mu untuk menjadikan aku seorang insan yang berguna. Dalam hening malam saat semua terlelap dalam selimut mimpi, engkau rela terbangun hanya untuk memberi aku ASI, meski kelopak mata terasa berat bagai tertimbun berton-ton pasir, meski badan terasa remuk karena harus terus terjaga saat tertidur hanya untuk menggantikan popok ku yang sudah basah. Hal seperti ini bukan hanya dalam waktu satu atau dua hari saja, tapi terus berlanjut hingga usia ku dalam hitungan tahun.

Ibu.......
Engkau adalah pahlawan sepanjng masa. Darah dagingku adalah dari ASI yang engkau berikan, jiwa ragaku adalah dari kasih dan sayang yang engkau curahkan. Maafkan aku bila hingga kini aku belum bisa mewujudkan impian mu. Maafkan aku bila hingga usiaku saat ini aku belum bisa memberi yang terbaik untuk mu.

Sujud dan tangis serta air mata yang berderai saat memohon do’a dan maaf dari mu tak kan sanggup membayar semua pengorbanan yang telah engkau lakukan untuk ku.

Ibu........

Usia ku kini tlah beranjak dewasa,,, semasa aku kecil mungkin hingga saat ini masih sering membuat hati mu jengkel. Dulu aku selalu berdo’a agar sebisa mungkin aku memperkcil dosaku kepada ibu.

Ibu..........
mungkin aku belum bisa menjadi apa yang kau inginkan. Tapi berkat do’a dari mu yang siang malam engkau panjatkan aku akan menjadi apa yang kau inginkan.
Do’a dari mu adalah lentera dalam hidup ku.

Ibu, jika aku menjadi orang yang menyebalkan selama ini
Maafkan Aku, Ibu.

Jika aku belum bisa berbakti penuh kepadamu.
Maafkan Aku, Ibu.

Sungguh aku malu.
Aku telah berbuat banyak kesalahan kepadamu.
Padahal aku sudah mengerti kalau Tiket ke Surga ada padamu.
Maafkan Aku, Ibu.

Dan kesalahan terbesarku adalah menanyakan kepadamu sebuah pertanyaan yang bodoh
"Ibu, apakah kau mendoakan setiap langkahku?"

Padahal aku tahu ketika aku sakit, engkau lebih sakit.
Padahal aku tahu ketika aku gagal, engkau lebih sedih dan terus menyemangatiku.
Dan aku tahu bahwa hanya untuk kebaikan anakmulah segala perbuatanmu.

Aku malu, Ibu. Aku malu kepadamu karena tidak bisa membalas jasamu.
Maafkan aku. Ibu.

Ibu, maafkan aku
yang suka membantah perkataanmu
yang tidak mendengarkan nasehatmu
yang tidak mengerti keadaanmu

Ibu, maafkan aku
telah kusadari walau aku sering mengecewakanmu namun kasihmu selalu tercurah kepadaku
tak peduli kesalahan apa yang kulakukan kepadamu

Ibu.......
engkaulah cahaya dihatiku
engkaulah malaikat penerang jalan hidupku
walau kasihmu tak mungkin terbalas seumur hidupku

Ibu.......
Setiap nafasmu adalah cinta kepadaku
Setiap marahmu adalah sayangmu
Setiap pengorbananmu adalah untukku

Tapi... Maafkan aku Ibu...
Telah membuat engkau marah..
Telah membuat engkau menangis
Telah menyakiti hatimu yang
Telah membuat engkau susah hati

Maafkan aku ibu..
Tak bisa membalas semua kebaikanmu
Tak bisa membalas semua yang kau berikan
Mungkin hanya doa yang bisa kami panjatkan
Semoga ALLAH membalas semua pengorbananmu dengan surgaNYA


Terima kasih Ibu… Semoga cinta dan kasih sayangmu dan pengorbanan yang telah engkau lakukan akan menjadi jalan mudah menuju surganya Allah.. Amiin
Terima kasih ya ALLAH telah menciptakan seorang wanita sempurna untuk kami...

~Sayangilah Ibu kalian sebelum terlambat. Memuliakan orangtua khususnya ibu adalah amanat Rosululloh. Maka, jangan pernah kalian berbuat durhaka kepda Ibu.....

Curhatan Hati

on Senin, 17 Agustus 2009


Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki.,,,

Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar

Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya.

Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku...Aura wujudmu benar-benar mempesona, andai kau adalah mentari kutak ingin datangnya malam hari dan andaikan kau sang rembulan kutak ingin datangnya pagi,jikalau matahari tak terbit cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya.Bila rembulan enggan datang dimalam hari,kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu.

Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai gitar, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah.

Pesona wajahmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi. Andaikata seorang pemuda tidak mampu menatap wajahmu , maka mendengar namamu saja sudah cukup untuk mengembalikan gairahnya yang hilang...

Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri , kekasih yang kudamba dapat menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku, menanggalkan kesedihan yang selalu membayang ,menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku.

Laksana kaum pencinta , airmataku yang bening dan jernih menetes karena merindukan kasih yang tak kunjung datang...

Dan kulihat disana -disaat dirimu pergi, kumbang-kumbang pasti menemani , seolah ingin memungut sisa-sisa pesonamu , mereka berlomba-lomba menarik perhatian sang bunga, diantara mereka ada yang berusaha memenangkan cinta dalam penyamaran adapula berterus-terang dalam "ketelanjangan"... mereka hendak berusaha menawan hati bunga nirwana itu.

Sejak pertama kali aku melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwaku langsung bergetar...Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku...tiada yang melintas dalam anganku selain keindahan mata cinta dan tiada suara yang lebih merdu daripada suara cinta...

Saat menatap wajahmu , seolah ribuan kata ingin keluar dari bibirku, namun apalah daya bibir tak mampu mampu bergerak untuk melukiskan keagungan cinta. Nyala api asmara dalam hatiku semakin lama semakin berkobar, kebiasaanku kini hanya melamun dan merangkai syair yang menceritakan segala tentangmu...

Duhai kekasih....disaat cinta telah mengakar didalam jiwa, serta dari waktu ke waktu cinta itu telah tumbuh subur dikedalaman hati, kuingin rasa itu hanya kita yang tahu...tahukah engkau kekasih, tidak ada obat yang mujarab mengobati luka bila tertusuk duri asmara...maka hargailah dia yang mengasihimu dan diriku yang mencintaimu .

Duhai kekasih hati, dirimu telah kuikat sebagai tawanan cinta diseberang lautan, dimana tiada suatu wujudpun yang dapat menyembunyikan dirimu dari jiwaku...

Melalui pancaran mata, jiwa kita seolah menyatakan tidak ingin berpisah , Engkaulah pasangan bagi jiwaku, ruh yang kekal dan abadi...bila panah cinta telah menghujam hati dan jantung- disana engkau akan mendengar suara bathin kita melantunkan bait-bait cinta yang dihiasi oleh senyum dan tangis rindu....

Disaat jiwa kita merasa malu-malu menggapai cinta, lidah terasa kelu,dan tiada kata yang terucap dari bibir, disitulah cinta memandang dari kedalaman jiwa, ..disaat kita saling menatap, maka sabda jiwa kita -tak mampu menyembunyikan cinta dari hati.

Dalam cinta keindahan menyimpan kepahitan, dan dalam setiap kegetiran terdapat selubung kebahagiaan.

Rasa dimana kita tak dapat membedakan lagi antara siang dan malam, seolah kita berada dalam taman surgawi yang terbebas dari ruang dan waktu...

Bagi dirinya- diriku adalah pantulan jiwanya ,adakah yang dapat diperbuat dari seorang gadis yang telah ditawan api cinta yang hatinya telah tercuri,selain ingin bertemu dengan si-pencuri hati. Yang Syair-syairnya bernyanyi laksana kidung surgawi dan berbisik kedalam telinganya bagai hembusan angin nan lembut , yang membuatnya terhanyut dalam simponi kerinduan atau laksana gelombang laut yang menghanyutkan bahtera jiwanya didalam lautan perasaannya yang tak bertepi dan berdasar..

Wahai kekasih hati, berjanjilah pada keagungan cinta agar sayapmu dapat terbang bebas dan melayang bersama ketulusan cinta, walau banyak racun yang harus kita teguk ...

Atas nama cinta , racun yang pahit pun terasa manis....

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta...Dunia ada karena cinta....cinta adalah pembebas dari segala belenggu...dan jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru bagi kehidupan yang lain.

Itulah hakekat dan kisah cintaku kekasih, kuceritakan segala isi hati dan tak ada yang kusembunyikan....agar engkau tahu, pintu-pintu hatiku selalu terbuka untukmu... diujung rindu dan harap-aku selalu menanti kehadiranmu...dan aku yakin semilir angin akan mengabarkan dan membisikkan semua ini kepadamu.Yang menceritakan segala hal tentangmu dan tentangku...

Petinju dan Peninju

on Senin, 10 Agustus 2009

Apa bedanya petinju dan peninju? Petinju adalah orang yang profesinya sebagai tukang tinju. Beda dengan peninju, peninju tidak menunjukan profesi, tetapi hanya menunjukan orang yang meninju dalam suatu peritiwa atau kejadian. Bedanya jelas, petinju selalu menjadi peninju, tetapi peninju belum tentu petinju. Perbedaan yang sama juga terjadi pada pecundang dan kalah/gagal.

Pecundang didefinisikan sebagai orang yang selalu kalah atau gagal. Tetapi orang yang gagal, hanya gagal atau kalah saat itu saja. Sebenarnya pecundang adalah hanya sebuah metapora, pada kenyataanya tidak ada orang yang pecundang. Pecundang adalah hanya merupakan anggapan atau ejekan yang dilebih-lebihkan. Jadi saat Anda mengalami kegagalan atau kesalahan, jangan sekali-kali mengatakan Anda seorang pecundang, karena tidak ada yang namanya pecundang, itu hanya anggapan semata.

Siapa pun yang mengatakan Anda pecundang, itu hanya melebih-lebihkan saja. Itu hanya ejekan semata. Anda bukan pecundang, Anda hanya mengalami kegagalan atau kesalahan. Jangan sampai Anda setuju bahwa Anda adalah seorang pecundang, sebab sekali Anda percaya bahwa Anda adalah seorang pecundang, maka Anda akan menjadi seorang pecundang. Pecundang yang sebenarnya dibuat-buat oleh Anda sendiri. Jika kegagalan menyebabkan seseorang menjadi pecundang, maka Thomas Alpha Edison termasuk pecundang kelas berat. Sebab dia sangat banyak melakukan kesalahan dan kegagalan.

Mulai sekarang hapuslah kata pecundang dalam kehidupan Anda, sebab tidak ada yang namanya pecundang. Mulailah berikan label baru kepada Anda bahwa Anda adalah seorang pemenang. Jika Anda berpikir bahwa Anda seorang pemenang, maka Anda akan menjadi seorang pemenang. Sebab inilah manfaat dari berpikir positif, bahwa Anda akan menjadi apa yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir positif, maka Anda akan menjadi orang yang positif.

Bagi seorang pemenang, kesalahan dan kegagalan adalah hanya sementara. Kesalahan dan kegagalan adalah cara untuk memberikan umpan balik sehingga bisa berusaha lebih baik. Bagi seorang pemenang, masalah adalah sementara. Bagi seorang pemenang, ketidakmampuan hanyalah sementara. Besok lusa optimis akan ada pemecahan masalah dan masih ada kesempatan untuk belajar. Begitu juga jika mereka mengalami kegagalan, masih ada jutaan kesempatan setelah kegagalan. Jadilah pemenang.

Kebiasan buruk yang sering dilupakan

Keberadaan dan kondisi Anda saat ini adalah hasil dari kebiasaan-kebiasaan Anda selama ini. Jika Anda ingin mengubah kondisi saat ini berarti Anda harus mengubah kebiasaan Anda. Ada kebiasaan buruk, kebiasaan tidak menghasilkan, dan ada kebiasaan yang positif. Nah, kita harus membangun suatu kebiasaan positif dalam hidup kita untuk mengubah kondisi kita.

Ada dua kebiasaan buruk yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Mereka tidak sadar sebenarnya mereka memiliki kebiasaan buruk, karena mereka tidak sadar maka mereka tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut. Kita tidak akan bisa mengobati penyakit yang kita tidak ketahui.

Untuk menyadari kebiasaan buruk ini pada diri Anda, memerlukan konsentrasi dan kesadaran yang tinggi. Mulai dari membaca artikel ini, Anda harus konsentrasi membaca kalimat-kalimat yang ada pada artikel ini. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa jika tidak membaca dengan konsentrasi, sementara jika Anda memahami apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka Anda akan mengalami perubahan positif dalam hidup Anda di masa depan

Saat ditanya apakah memiliki kebiasaan buruk? Jika ada orang yang menjawab “tidak punya kebiasaan buruk”, maka sebenarnya dia memiliki kebiasaan buruk, yaitu “selalu mengaku tidak punya kebiasaan buruk”. Artinya mungkin saja Anda tidak menyadari bahwa sebenarnya Anda memiliki kebiasaan buruk. Kata Tung Desem Waringin, setiap orang memiliki kebiasaan buruk.

Kebiasaan buruk yang kedua ialah “tidak melakukan kebiasaan baik”. Semua yang Anda tidak lakukan sekarang, Anda dalam suatu kebiasaan “tidak melakukan”. Artinya Anda memiliki kebiasaan diam terhadap hal-hal baik, atau boleh dibilang pendiam. Hanya saja yang dimaksud disini ialah pendiam terhadap pekerjaan yang baik.

Caranya untuk menghilangkan kedua kebiasaan ini ialah dengan mengidentifikasikan kebiasaan baik apa yang perlu Anda lakukan dan kemudian lakukan. Jadi Anda harus memiliki kebiasaan baru yaitu mengidentifikasikan kebiasaan baru untuk Anda lakukan. Buatlah daftar kebiasaan-kebiasaan baru yang akan dilakukan setiap hari. Kemudian pilihlah kebiasaan prioritas, maka lakukanlah.

Jika Anda sudah memahami dan menyadari dua kebiasaan buruk yang sering dilupakan ini, kemudian Anda berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, maka kondisi hidup Anda akan segera berubah. Peningkatan hidup Anda akan segera diraih. Jika Anda bisnis, maka bisnis Anda akan semakin menguntungkan. Jika Anda seorang karyawan maka karir Anda akan melesat.

Membangun Bukit

Mungkin Anda pernah mendengar suatu peribahasa yang mengatakan “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Pepatah ini benar adanya dan Anda bisa memanfaat makna dari peribahasa ini untuk kehidupan Anda. Artinya hal-hal kecil yang Anda lakukan atau juga Anda abaikan akan membuat perbedaan besar dikemudian hari. Yang menjadi pertanyaan, apakah membuat perbedaan yang positif atau negatif?

Tahukah Anda kecelakaan Titanic disebabkan oleh hal “kecil” yang diabaikan? Betul hanya dengan mengubah material paku penyambung dengan kekuatan sedikit dibawah standar, kapal tersebut bisa menjadi tenggelam. Dengan material paku penyambung tersebut, kapal memang masih bisa beroperasi dengan baik dengan catatan tidak ada tabrakan. Paku tersebut hanya cukup untuk menyambung saja, tetapi tidak cukup untuk menahan tabrakan.

Jadi tenggelamnya kapal raksasa tersebut hanya disebabkan oleh paku yang sangat kecil. Begitu jug dalam hidup kita bisa jadi kehancuran hidup kita disebabkan oleh hal kecil yang selalu kita lakukan atau yang kita abaikan. Mungin saja, ada hal kecil yang terus kita lakukan, padahal akan mengarahkan kepada kehancuran besar. Bisa juga ada hal kecil yang selalu Anda abaikan padahal akan membawa kepada keberhasilan besar.

Mulailah dengan menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan negatif, sekecil apa pun. Mulailah membangun kebiasaan-kebiasaan positif, sekecil apa pun. Sungguh, kebiasaan negatif bisa menghancurkan Anda jika Anda terus memeliharanya. Sebaliknya kebiasaan positif bisa membangun diri Anda jika Anda konsisten melakukannya. Ingat, lama-lama menjadi bukit. Apakah bukit kehancuran atau bukit keberhasilan?

Memang diperlukan upaya untuk membangun kebiasaan positif dan meninggalkan kebiasaan negatif. Namun jika Anda memiliki keinginan kuat ditambah dengan pikiran positif, maka semua itu bisa Anda lakukan. Tip sederhana namun ampuh yang bisa Anda gunakan untuk membangun kebiasaan positif maupun menghilangkan kebiasaan negatif ialah dengan rajin-rajin memvisualisasikan kehidupan dimana Anda hanya melakukan kebiasaan yang positif saja. Masih banyak teknik yang bisa kita lakukan untuk membangun kebiasaan positif.

Mimpi disiang Bolong

“Jangan Bermimpi!”

Seringkali, saat seseorang mengutarakan keinginan besarnya, ada orang yang mengatakan kalimat diatas. Jangan bermimpi! Hinaan juga kadang muncul bagi orang-orang yang memiliki impian, sering kali mereka (saya salah satunya) disebut dengan “pemimpi”. Kalaulah ada orang yang mau mengatakan impian besarnya, dia mengatakan sambil tertawa. Mengapa tertawa? Karena hal itu dianggap guyonan semata, tanpa harapan akan terwujud atau masih jauh terwujud.

Sebenarnya anggapan negatif terhadap “pemimpi” tidaklah sepenuhnya salah. Ada orang yang memang mimpi di siang bolong atau kita sebut juga dengan penghayal. Namun tidak semua pemimpi itu penghayal, ada juga pemimpi yang mewujudkan impiannya. Sebagai contoh, Leonardo da Vinci pada jamannya sempat ditertawakan saat akan membuat jembatan antar pulau. Namun saat ini jembatan antar pulai bukan lagi hal yang aneh. Siapa yang “gila”? Leonardo da Vinci atau orang yang menertawakannya? Saya sebut Leonardo da Vinci adalah pemimpi sejati, yaitu orang yang mewujudkan mimpinya.

Apakah Anda memiliki keinginan besar? Saya yakin Anda memilikinya, entah sadar atau tidak. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah Anda seorang penghayal atau pemimpi sejati?

Apa bedanya pemimpi di siang bolong dengan pemimpi sejati? Satu hal yang membedakan antara mereka adalah “keyakinan”. Para penghayal adalah mereka menginginkan tetapi mereka tidak yakin bisa mencapainya atau bahkan mereka yakin tidak akan mencapainya. Sementara, pemimpi sejati adalah mereka yang memiliki keyakinan bahwa apa yang diimpikannya akan terwujud.

Menarik apa yang dikatakan oleh Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich:

Keyakinan adalah titik awal semua pengumpulan kekayaan!

Keyakinan adalah dasar semua “keajaiban”, dan semua misteri yang tidak bisa dianalisis dengan aturan ilmu pengetahuan!

Keyakinan adalah satu-satunya penawar kegagalan yang diketahui orang!

Keyakinan adalah unsur “kimia”, yang kalau diperpadukan dengan do’a, memberi orang komunikasi langsung dengan dengan Inteligensi Tanpa Batas.

Keyakinan adalah unsur yang mengubah getaran pemikiran biasa, yang tercipta oleh pikiran manusia yang terbatas, menjadi padanan spiritual.

Keyakinan adalah satu-satunya media yang memungkinkan daya kosmis Inteligensi Tanpa Batas bisa dikendalikan dan bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Inilah pentingnya keyakinan, inilah yang menjadi alasan mengapa saya cukup panjang lebar membahasnya dalam ebook saya Beautiful Mind dan Motivasi Diri. Keyakinanlah yang membedakan antara pemimpin di siang bolong atau pemimpi sejati. Anda termasuk yang mana?

Masih ada sejuta kesempatan Lain

Jika Anda ingin mencari orang yang peling sering gagal, carilah orang yang sangat sukses. Thomas Alpha Edison adalah orang yang sering gagal. Bob Sadino juga langganan gagal, dan banyak lagi orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan kegagalan dalam proses menuju sukses. Gagal adalah bagian proses menuju keberhasilan. Seberapa kali Anda gagal bukanlah ukuran Anda, namun ukuran Anda sebenarnya adalah bagaimana Anda bangkit dari setiap kegagalan.

Jangan sekali-kali berhenti karena gagal, sebab masih banyak kesempatan lain yang bisa kita raih selama kita masih memiliki umur. Jika Anda gagal, maka cobalah lagi. Henry Ford mengatakan, €œKegagalan hanyalah kesempatan lain untuk memulai lagi dengan lebih pandai.†Kegagalan adalah cara kita belajar, cara kita mengoreksi kesalahan dan keliruan kita. Kegagalan mungkin juga ujian dari Allah.

Masih ada sejuta kesempatan lain setelah Anda gagal. Masih banyak peluang yang bisa kita coba. Meski modal kita habis, meski aset fisik kita habis, selama aset pikiran dan hati Anda masih ada, maka masih banyak peluang yang bisa kita coba lagi. Selalu ada cara kita untuk bangkit, baik dalam hal yang sama atau dalam hal yang lain. Yang penting adalah adanya kemauan kita untuk bangkit lagi. Kebanyakan orang yang gagal permanen adalah karena dia tidak mau mencoba lagi.

Berhenti mencoba adalah cara pasti untuk gagal. Selama Anda tidak berhenti mencoba, maka keberhasilan selalu ada. Satu-satunya yang menutup pintu keberhasilan adalah hilangnya kemauan Anda untuk mencoba lagi. Tidak ada yang perlu disalahkan atas kegagalan Anda. Tidak perlu mencari alasan untuk tidak mencoba lagi. Yang diperlukan ialah Anda mau belajar dan mencoba lagi, sebab masih ada sejuta kesempatan.

Kegagalan demi kegagalan adalah ibarat sekolah kehidupan Anda. Semakin banyak Anda gagal, berarti semakin banyak ilmu Anda. Semakin banyak gagal, berarti semakin tinggi sekolah Anda. Kebanyakan orang yang paling sukses di dunia bukan karena lulus dari kuliah. Sebaliknya orang-orang sukses adalah orang yang lulus dari sekolah kehidupan. Jalani sekolah kehidupan sampai Anda lulus, bedanya kita sering kali tidak mengetahui sampai kapan sekolah kehidupan. Namun jika kita tidak memetik hasil di dunia, selama kita menjalani sekolah kehidupan dengan baik, insya Allah kita akan memetiknya di akhirat. Tidak ada yang sia-sia atas usaha kita selama ikhlas.

Daya Ungkit...

Bagaimana Anda mendapatkan beras? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mendapatkan beras? Ada 3 cara, masing-masing memerlukan waktu yang berbeda. Silahkan simak dan bandingkan ketiga cara mendapatkan beras di bawah ini. Anda mau memilih cara yang mana?

Cara pertama, Anda menanam sendiri. Berapa waktu yang diperlukan? Anggap saja Anda sudah punya sawah sendiri. Untuk menyiapkan lahan, diperlukan sekitar 1 bulan. Diperlukan 100 hari mulai dari menanam padi sampai panen. Diperlukan sekitar 1 minggu untuk mengeringkan padi dan satu hari untuk menggiling padi menjadi beras. Jadi, kira-kira diperlukan 4 bulan untuk mendapatkan beras.

Cara kedua, Anda pergi ke warung atau ke pasar untuk membeli beras. Dalam hitungan menit atau paling lama beberapa jam, Anda sudah mendapatkan beras.

Cara ketiga, ayunkan tongkat sihir Anda. Hanya dalam sekejap, beras sudah ada di depan Anda.

Anda mau memilih mana? Jika Anda ingin hasil yang sekejap, silahkan gunakan cara ketiga. Anda hanya bisa melakukannya jika Anda seorang penyihir. Dan, sihir itu dilarang oleh agama.

Nah, yang bisa Anda lakukan ialah cara pertama atau kedua. Itu pilihan Anda. Tidak ada yang salah dengan kedua cara ini. Jika ingin hasil sendiri, entah demi kepuasan atau memang profesi Anda, maka Anda bisa memilih cara pertama. Mungkin perlu waktu lama.

Jika Anda ingin cepat dan mudah, biarkan orang lain yang melakukannya. Anda hanya perlu membayar mereka. Disini uang berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat urusan Anda. Fungsu uang disini sebagai daya ungkit dalam mendapatkan sesuatu. Tentu saja, bukan hanya uang yang bisa dijadikan daya ungkit, bisa ilmu, orang lain, aset, dan sebagainya.

Hikmah:

Jangan terpaku cara lambat, jika ada cara cepat yang bisa Anda lakukan. Sebaliknya jangan bermimpi menjadi penyihir – ingin hasil instant. Tidak ada rumus ajaib, yang ada adalah daya ungkit