Sembilan bulan ibu mengandung ku, meski lelah dan sakit yang kadang mendera karena aktifitas ku di dalam rahim, tapi ibu selalu menjaga ku dengan perasaan senang dan sabar. Semakin bertambah usiaku dalam kandungan, semakin berat pula beban ibu. Karena ibu ku harus tetap menjalankan kewajibanya sebagai seorang istri. Ibu harus menyiapkan makan dari mulai sarapan, makan siang hingga untuk makan malam. Tanpa mengeluh sedikitpun, ibu menjalani semuanya dengan senyum.
Tibalah waktunya aku terlahir kedunia fana. Dengan perjuangan yang mempertaruhkan nyawa.
Ibu oh ibu…..
Sungguh mulia engkau, sungguh besar pengorbanan mu untuk menjadikan aku seorang insan yang berguna. Dalam hening malam saat semua terlelap dalam selimut mimpi, engkau rela terbangun hanya untuk memberi aku ASI, meski kelopak mata terasa berat bagai tertimbun berton-ton pasir, meski badan terasa remuk karena harus terus terjaga saat tertidur hanya untuk menggantikan popok ku yang sudah basah. Hal seperti ini bukan hanya dalam waktu satu atau dua hari saja, tapi terus berlanjut hingga usia ku dalam hitungan tahun.
Ibu.......
Engkau adalah pahlawan sepanjng masa. Darah dagingku adalah dari ASI yang engkau berikan, jiwa ragaku adalah dari kasih dan sayang yang engkau curahkan. Maafkan aku bila hingga kini aku belum bisa mewujudkan impian mu. Maafkan aku bila hingga usiaku saat ini aku belum bisa memberi yang terbaik untuk mu.
Sujud dan tangis serta air mata yang berderai saat memohon do’a dan maaf dari mu tak kan sanggup membayar semua pengorbanan yang telah engkau lakukan untuk ku.
Ibu........
Usia ku kini tlah beranjak dewasa,,, semasa aku kecil mungkin hingga saat ini masih sering membuat hati mu jengkel. Dulu aku selalu berdo’a agar sebisa mungkin aku memperkcil dosaku kepada ibu.
Ibu..........
mungkin aku belum bisa menjadi apa yang kau inginkan. Tapi berkat do’a dari mu yang siang malam engkau panjatkan aku akan menjadi apa yang kau inginkan.
Do’a dari mu adalah lentera dalam hidup ku.
Ibu, jika aku menjadi orang yang menyebalkan selama ini
Maafkan Aku, Ibu.
Jika aku belum bisa berbakti penuh kepadamu.
Maafkan Aku, Ibu.
Sungguh aku malu.
Aku telah berbuat banyak kesalahan kepadamu.
Padahal aku sudah mengerti kalau Tiket ke Surga ada padamu.
Maafkan Aku, Ibu.
Dan kesalahan terbesarku adalah menanyakan kepadamu sebuah pertanyaan yang bodoh
"Ibu, apakah kau mendoakan setiap langkahku?"
Padahal aku tahu ketika aku sakit, engkau lebih sakit.
Padahal aku tahu ketika aku gagal, engkau lebih sedih dan terus menyemangatiku.
Dan aku tahu bahwa hanya untuk kebaikan anakmulah segala perbuatanmu.
Aku malu, Ibu. Aku malu kepadamu karena tidak bisa membalas jasamu.
Maafkan aku. Ibu.
Ibu, maafkan aku
yang suka membantah perkataanmu
yang tidak mendengarkan nasehatmu
yang tidak mengerti keadaanmu
Ibu, maafkan aku
telah kusadari walau aku sering mengecewakanmu namun kasihmu selalu tercurah kepadaku
tak peduli kesalahan apa yang kulakukan kepadamu
Ibu.......
engkaulah cahaya dihatiku
engkaulah malaikat penerang jalan hidupku
walau kasihmu tak mungkin terbalas seumur hidupku
Ibu.......
Setiap nafasmu adalah cinta kepadaku
Setiap marahmu adalah sayangmu
Setiap pengorbananmu adalah untukku
Tapi... Maafkan aku Ibu...
Telah membuat engkau marah..
Telah membuat engkau menangis
Telah menyakiti hatimu yang
Telah membuat engkau susah hati
Maafkan aku ibu..
Tak bisa membalas semua kebaikanmu
Tak bisa membalas semua yang kau berikan
Mungkin hanya doa yang bisa kami panjatkan
Semoga ALLAH membalas semua pengorbananmu dengan surgaNYA
Terima kasih Ibu… Semoga cinta dan kasih sayangmu dan pengorbanan yang telah engkau lakukan akan menjadi jalan mudah menuju surganya Allah.. Amiin
Terima kasih ya ALLAH telah menciptakan seorang wanita sempurna untuk kami...
Grosir Batik Seragam
-
” Batik Seragam “ Untuk Keperluan : Kantor,Sekolah,Pernikahan, dll Eceran 3
Buah 6 Buah 1 Lusin Kodian Rp 50.000 Rp 45.000 Rp 40.000 Rp 35.000 Rp
30.000...
13 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar